Hati-hati memilih hati!

Hari ini sebenarnya hari yang biasa saja. Berjalan sebagaimana mestinya. Aku mengerjakan aktivitasku seperti biasa. Tapi, tadi pagi aku tak sarapan, mungkin itu awal yang tak biasa. 

Siangnya semua masih berjalan seperti biasa. Kemudian aku datang ke sebuah pertemuan yang di sana ada beberapa teman-temanku yang belum lama ku kenal. 

Aku mendapat cerita bahwa sebagai seorang perempuan, haruslah berhati-hati dalam awal memilih pasangan hidup. Itu memang benar-benar penting. Tak hanya melihat dari satu sisi kebaikan lalu membutakan sisi keburukan yang lainnya. Bukan. Bukan mau mencari yang sempurna. Tapi mencari yang baik dan benar, baik lahir maupun batin. Apa salahnya, ye kan? Toh nabi kita menganjurkan memilih laki-laki berdasarkan 4 keutamaan. Agama, Nashab, Rupa, dan Harta. Tak mendapat sekomplit itupun ya tak masalah! Mana ada manusia yang sempurna?

Sedih rasanya jika harus mendengar cerita seorang wanita yang harus menelan pil pahit percintaan karena sang calon  ternyata banyak 'simpanan di belakang'. Bahkan ada yang harus dibatalkan setelah kurang sejengkal menuju pendekatan antara dua insan dan dua keluarga. Ya, aku mendengan cerita memilukan itu dua kali dalam sehari ini. Kisah itu dari dua orang temanku. Sungguh ini tak biasa. Akupun merasakan kesakitan teramat dalam mendengar cerita ini. Sesak dada ini. 

Pahamlah aku, pasti mereka  patah semangat. Tapi aku lihat mereka masih mampu hidup hingga sekarang! Aku salut pada mereka yang kini masih bisa tersenyum dan baik-baik saja setelah mengalami kejadian tak mengenakkan nafsu makan ini. Tidak! Aku tidak berlebihan, ini akan sangat menyakitkan dan menyesakkan dada bila kalian merasakan. Tapi jangan! Semoga tak terjadi pada kalian. Jadikan cerita ini pelajaran saja. 

Pesan yang kudapat hari ini adalah berhati-hati memilih calom pendamping hidup dan selalu khuznudzon kepada sang Maha membolak balikkan hati. Memang sulit! Akupun yakin itu sangat sulit. Tapi cobalah perlahan. Jangan mudah tergiur dengan penampilan lahiriah yang tak abadi. Ada lagi, selidiki dan cari tau tentang calonmu (baik laki-laki maupun perempuan) dari orang-orang terdekat, seperti teman pergaulannya, tetangganya, boleh juga ke keluarganya. Intinya selalu berikhtiar, kalau memang belum berjodoh dan harus terpiaah dengan cara menyakitkan, perlahan ikhlaskanlah! 


So, di sini aku tak mau menggurui, hanya berbagi pengalaman cerita dari teman-temanku. Karena menurutku, eman jika disimpan sendiri, siapa tau bermanfaat buat dikau-dikau, yekan? Ku doakan diriku sendiri dan kamu yang lagi baca ini, tak mengalami kisah sepahit kisah di atas! Aamiin. 


Komentar

Posting Komentar